Arsip Blog

Jumat, 03 Mei 2013

Golongan yang selamat






1.       Allah berfirman dalam QS Ali Imran: 103 


وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا


“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara.” (QS Ali Imran:103)



2.       Allah juga berfirman dalam QS Ar Rum: 31-32


 “ Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Rum : 31-32)


3.       Nabi  وسلم عليه الله صلی bersabda :

عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَاريةَ رَضي الله عنه قَالَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عليه وسلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ، فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَأَوْصِنَا، قَالَ : أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ   عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ   وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ





Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahu, dia berkata : Nabi  وسلم عليه الله صلی memberikan nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata: “Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berikan kami wasiat.” Nabi  وسلم عليه الله صلی bersabda:



 “ Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habsyi. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan (bid’ah), karena semua perkara bid’ah adalah sesat

(Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)

4.       Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah  وسلم عليه الله صلی pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda:

“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya umat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah”.”


(HR.Ahmad)



-          Banyak para ahli Bid’ah yang mengaku sebagai AL-JAMA’AH, namun mereka masih saja melakukan yang sama sekali tidak diajarkan oleh Rasulullah  وسلم عليه الله صلی .


-          Al-Jamaah disini maksudnya adalah yang hanya berpegang teguh pada Qur’an dan Sunnah. Meninggalkan segala perkara yang diadakan (Bid’ah).


Sumber: Kitab Al Firqatun Najiyah

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Rabu, 01 Mei 2013

Cara Berziarah Kubur




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Namun,sekarang berziarahlah; karena itu mengingatkan kalian akan kematian!”  Hadits ini shahih; diriwayatkan oleh Ahmad

Cara Berziarah Kubur :

1.      Disunnahkan menyampaikan salam ketika masuk kuburan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan ketika masuk kuburan mengucapkan : “Assalamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’minin wal muslimina wa innaa insyaa Allahu bikum lakhiquun, As alullaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.” (HR. Muslim)

2.      Dilarang duduk/ menginjak kuburan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan jangan pula duduk diatasnya.” (HR. Muslim)

3.      Dilarang thawaf mengelilingi kuburan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
Allah berfirman:
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj: 29)

4.      Dilarang membaca Al-Quran di kuburan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.”  (HR.Muslim)

5.      Dilarang memohon pertolongan/ keinginan pada kuburan orang soleh, mekipun dia seorang Nabi atau wali. 

Ini perbuatan Syirik Besar, dan tidak akan diampuni Allah.
Allah berfirman:
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Yunus: 106)


6.      Tidak boleh meletakkan karangan bunga/ menaburnya di atas kuburan.

Ini  adalah menyerupai orang-orang Nasrani. Dan membuang-buang harta secara sia-sia. Seandainya bila uang yang untuk membeli kembang tadi disedekahkan dengan niat bersedekah niscaya hal itu lebih bermanfaat.

7.      Tidak boleh mendirikan bangunan di atas kuburan/ membuat tulisan-tulisan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Beliau melarang kita mengapur kuburan dan mendirikan bangunan di atasnya.”

Cukup dengan meletakkan sebuah batu setinggi 1 jengkal untuk menandai bahwa di situ kuburannya, sebagaimana dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas kuburan Utsman bin Mazh’un seraya berkata:

“Aku memberi tanda di atas kuburan saudaraku ini.” (HR. Abu Dawud)

Sumber: Kitab Al Firqatun Najiyah
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Semoga bermanfaat. . .